Masuknya pemuda berbakat dari Lithuania, Kristupas Liutvinas ke dalam kamp pelatihan musim panas yang diselenggarakan oleh klub sepak bola Italia, Como 1907 memberikan gambaran yang menarik betapa program pengembangan pemain muda mampu membuka peluang dan memicu transformasi, tidak hanya secara teknis, tetapi juga secara mental dan pribadi.
Dua minggu di tepi Danau Como itu menjadi lebih dari sekadar latihan, bagi Kristupas Liutvinas kamp pelatihan ini adalah sekilas masa depan yang mungkin menantinya sebagai pemain sepak bola profesional. Ia memiliki potensi dan keinginan kuat untuk berkembang ke level profesional, sehingga mengikuti kamp pelatihan musim panas di Como 1907 adalah pilihan yang tepat.
Kristupas Liutvinas lahir di Vilnius, Lithuania pada 20 April 2010 (15 tahun) dan saat ini bermain sebagai gelandang. Dia bernaung di bawah akademi Vilnius Football Academy di ibu kota Vilnius dan telah mewakili tim nasional U-17 Lithuania. Sebagai gelandang, ia mengembangkan permainan sejak usia muda.
Pengalaman Kristupas Liutvinas di Kamp Musim Panas Como 1907
Ketika Kristupas Liutvinas menuju Italia untuk mengikuti kamp musim panas yang diselenggarakan oleh Como 1907 pada tahun 2025, ia memasuki lingkungan yang bagi sebagian besar pesertanya adalah hal yang biasa, tetapi bagi dirinya kamp pelatihan ini merupakan pengalaman baru dan menuntunya untuk keluar dari zona nyaman.
Dikutip dari laman resmi Como 1907 (7/11), Ia menceritakan bahwa fasilitas yang disediakan pada kamp pelatihan musim panas tersebut sangat mendukung dan latihan dirancang mengikuti struktur tim utama Como 1907. “Fasilitasnya sangat bagus, katanya, dan sesi latihannya mengikuti struktur yang sama dengan tim utama Como 1907. Baginya, dua minggu itu bukan hanya tentang sepak bola, tetapi tentang menyadari apa yang dibutuhkan untuk mencapai level berikutnya.”
Salah satu momen yang tak terlupakan bagi Kristupas adalah ketika sesi latihan dipimpin oleh Raphael Varane, pemenang Piala Dunia yang turut berada dalam dewan pendidikan klub. Varane memberikan tips posisi dan penguasaan yang diperoleh selama bermain bersama pemain seperti Luka Modric dan Toni Kroos.
Selain di dalam lapangan, pengalaman di luar lapangan baginya tak kalah berkesan, ia menikmati perjalanan perahu di Danau Como, melihat kota-kota kecil di sekitarnya, serta malam penuh keakraban melalui permainan UNO bersama teman-teman dari berbagai negara. Bahkan hubungan itu pun berlanjut setelah kamp usai.
Como 1907 Summer Camp: Tempat Mencetak Bintang Masa Depan, Bukan Sekadar Kegiatan Musim Panas Biasa
Bagi Kristupas Liutvinas, kamp pelatihan musim panas di Como 1907 bukan sekadar kegiatan musim panas atau hiburan semata, melainkan jendela ke dunia sepak bola profesional sejati. Saat ia kembali ke Lithuania, ia membawa bukan hanya kenangan indah dari Danau Como, tetapi juga sebuah visi baru, bagaimana cara seorang gelandang muda harus berpikir dan hidup agar bisa naik ke level selanjutnya.
Kita mungkin belum tahu apakah ia akan segera melangkah ke panggung Eropa yang lebih besar, namun pengalaman ini telah menanam dasar yang kokoh, yakni disiplin, adaptasi, dan mental sang pemenang. Bagi pengamat pengembangan pemain muda, kisahnya memberi inspirasi bahwa program seperti Como 1907 Summer Camp bisa menjadi katalis nyata untuk tumbuh, dan bagi Kristupas Liutvinas sendiri kegiatan ini hanyalah permulaan.