Tren positif Como 1907 di Serie A musim 2025/26 kembali berlanjut dengan cara yang luar biasa. Melawat ke markas Torino di Stadion Olimpico Grande Torino, skuad asuhan Cesc Fabregas yang semakin dikenal sebagai tim dengan keberanian, intensitas, dan identitas permainan progresif, tampil brilian dengan membungkam Torino 1-5 di kandang.
Laga ini bukan sekadar kemenangan tandang, tetapi sebuah pernyataan kuat dari sebuah klub yang sedang bertumbuh dengan pondasi pemain muda berbakat. Para pemain muda kembali menjadi sorotan utama pada laga ini, dimana Jesus Rodriguez, Jayden Addai, Jacobo Ramon, Maximo Perrone, hingga Nico Paz tampil memukau dan menjadi motor permainan.
Pertandingan ini pun menjadi malam penuh momen, di mana Jacobo Ramon dan Martin Baturina mencetak gol perdana untuk klub, Jayden Addai mencetak brace sensasional, serta kontribusi besar para pemain muda yang menunjukkan kedalaman skuad Como 1907. Dengan kemenangan telak ini, Como 1907 menggeser Juventus dan naik ke peringkat keenam klasemen sementara dengan 21 poin.
Hasil ini memperpanjang rekor tak terkalahkan Como 1907 menjadi 11 pertandingan di semua kompetisi. Dan yang paling penting, Como 1907 menunjukkan kepada seluruh Italia bahwa mereka bukan sekadar tim yang beruntung untuk bertahan, tetapi mereka adalah ancaman nyata. Berikut ulasan lengkap pertandingan Torino melawan Como 1907:
Susunan Pemain dan Ulasan Pertandingan Torino vs Como 1907
Susunan Pemain:
Torino; Paleari (GK), Tameze (RCB), Maripan (CB), Masina (LCB), Pedersen (RMF), Casadei (CMF), Asllani (CMF), Vlasic (CMF), Lazaro (LMF), Ngonge (CF), Zapata (CF). Cadangan; Aboukhlal, Anjorin, Biraghi, Coco, Dembele, Gineitis, Ilkhan, Israel, Njie, Nkounkou, Popa.
Formasi: 3-5-2
Pelatih: Marco Baroni
Como 1907; Butez (GK), Smolcic (RB), Ramon (CB), Diego Carlos (CB), Valle (LB), Da Cunha (DMF), Perrone (DMF), Addai (RMF), Nico Paz (AMF), Jesus Rodriguez (LMF), Morata (CF). Cadangan; Baturina, Caqueret, Cavlina, Cerri, Douvikas, Kempf, Kuhn, Moreno, Posch, Van der Brempt, Vigorito, Vojvoda.
Formasi: 4-2-3-1
Pelatih: Cesc Fabregas
Babak Pertama: Como 1907 Unggul Lebih Dulu, Torino Samakan Skor Lewat Titik Putih
Sebagai tuan rumah, Torino mencoba menguasai permainan di awal laga, namun Como 1907 lebih efektif dalam memanfaatkan ruang dan transisi cepat. Kolaborasi lini depan yang terdiri dari talenta muda terus menguji pertahanan tuan rumah. Pada menit ke-36, akhirnya Como 1907 memecah kebuntuan lewat kerja sama apik Jesus Rodriguez dengan Jayden Addai.
Jesus Rodriguez mengirimkan umpan matang yang diselesaikan dengan tenang oleh Jayden Addai melalui tembakan akurat, Como 1907 memimpin 0-1. Namun, tujuh menit kemudian bencana kecil terjadi, di menit ke-43 Jesus Rodriguez salah mengantisipasi bola di kotak penalti dan kemudian bola menyentuh tangannya. Wasit langsung menunjuk titik putih.
Vlasic menjadi algojo tendangan penalti dan berhasil mengecoh Jean Butez lewat eksekusi penalti yang tenang, skor berubah menjadi 1-1 untuk kedua tim. Hingga sisa waktu yang ada, tidak ada tambahan gol untuk kedua tim. Skor imbang 1-1 bertahan hingga wasit meniup peluit akhir babak pertama.
Babak Kedua: Dominasi Como 1907, Jacobo Ramon dan Martin Baturina Cetak Gol Perdana
Setelah ditahan imbang pada babak pertama, babak kedua berubah menjadi panggung pertunjukan Como 1907. Mereka tampil lebih agresif, lebih efisien, dan sangat klinis ketika berada di sepertiga akhir. Pada menit ke-52, Jayden Addai dan Jesus Rodriguez kembali menunjukkan chemistry luar biasa.
Jesus Rodriguez memberikan umpan, Jayden Addai melepaskan tembakan datar dari luar kotak penalti dan kembali menjebol gawang Torino, brace untuk Jayden Addai. Di menit ke-70, Como 1907 sebenarnya mendapatkan peluang emas, Alvaro Morata memberikan umpan sempurna kepada Jesus Rodriguez yang berdiri bebas di depan gawang kosong.
Namun, tendangannya justru melambung, peluang yang seharusnya menjadi gol mudah malah terbuang. Meski gagal mencetak gol, Jesus Rodiguez tetap bermain dengan apik dan tidak mengubah dominasi Como 1907. Pada menit ke-71, Jacobo Ramon mencetak gol perdana-nya untuk Como 1907.
Ia berhasil mencetak gol lewat sundulan terukur setelah menerima umpan dari Maximo Perrone. Gol ini mengubah skor menjadi 1-3 dan membuat mental Torino semakin runtuh. Di menit ke-76, Nico Paz yang sedang on-fire musim ini lolos dari jebakan offside dan mencetak gol setelah menerima umpan matang dari Maximo Perrone, sempurna, klinis, tak terbendung, skor 1-4 untuk Como 1907.
Martin Baturina melengkapi kemenangan Como 1907 atas tuan rumah Torino menjadi 1-5 pada menit ke-86. Ia berhasil merebut bola setelah memanfaatkan kesalahan umpan para pemain belakang Torino. Setelah itu ia menggiring cepat dan melakukan tembakan keras ke pojok kiri gawang dari Paleari. Ini adalah gol perdana Martin Baturina untuk Como 1907.
Setelah gol tersebut, tidak ada tambahan gol hingga pertandingan berakhir, Como 1907 menutup laga dengan kemenangan telah 1-5 atas tuan rumah Torino.
Talenta Muda Como 1907 Tampil Luar Biasa dan Bawa Como 1907 ke Peringkat Enam Sementara
Kemenangan 1-5 di Turin bukan hanya soal tiga poin, tetapi sebuah bukti kematangan Como 1907 sebagai tim yang sedang tumbuh menuju level elite Serie A. Para pemain muda tampil tanpa rasa gentar, mengontrol permainan dan menunjukkan kreativitas serta ketajaman yang membuat mereka menjadi salah satu tim paling menarik di musim ini.
Dengan kombinasi bakat, mentalitas kuat, kedisiplinan taktik, serta identitas bermain yang terus berkembang, Como 1907 kini berada di papan atas Serie A, sesuatu yang mungkin tak banyak diprediksi pada awal musim. Namun dengan performa seperti ini, batasan untuk klub ini semakin sulit ditebak.
Sejauh ini, Como 1907 telah memberi pesan kuat jika mereka datang bukan hanya untuk bertahan, tetapi untuk bersaing. Dan kemenangan besar di kandang Torino adalah salah satu langkah nyata menuju ambisi besar tersebut. Selanjutnya, Como 1907 akan bertemu dengan Sassuolo pada pekan ke-13 Serie A 2025/26 (29/11) di Giuseppe Sinigaglia.