Home » Pesi Massimi Como: Suara Alternatif Para Pendukung Como 1907

Pesi Massimi Como: Suara Alternatif Para Pendukung Como 1907

oleh Fans Como Indonesia
A+A-
Reset
Pesi Massimi Como: Suara Alternatif Para Pendukung Como 1907

Malam di tepi Danau Como, di atas tribun atau dalam keramaian bar lokal, dukungan terhadap Como 1907 tidak selalu terpancar lewat teriakan atau koreografi kelas ultras. Terdapat kelompok tifosi yang memilih semangat berbeda, kelompok itu adalah Pesi Massimi Como. Kelompok ini muncul sebagai alternatif para pendukung Como 1907 yang tidak cenderung ekstremisme dalam mendukung.

Mereka menampilkan wajah tifosi yang lebih Santai, bersahabat, dan humanis sekaligus tetap setia mendampingi klub kebanggaan mereka, Como 1907. Pesi Massimi Como sendiri sudah berdiri sekitar sembilan tahun, sejak kemunculan pertama mereka sekitar tahun 2016-2017. Pesi Massimi dapat diartikan sebagai berat/kolosal, menggambarkan semangat besar yang ingin mereka bawa untuk mendukung Como 1907.

Meskipun belum mencapai umur dewasa sebagai sebuah grup, Pesi Massimi Como menegaskan bahwa mereka merasa cukup matang sebagai komunitas pendukung dan siap terus mendampingi klub dalam keadaan apapun. Bersama Fossa Lariana dan komunitas pendukung lainnya, Pesi Massimi Como hadir dengan warna berbeda untuk terus mendukung setiap perjalanan Il Lariani.

Pesi Massimi Como: Persahabatan, Kontribusi Bagi Como 1907 dan Kegiatan Amal atau Sosial

Pada awalnya, lokasi pertemuan anggota Pesi Massimi Como di Caffecchio di Cantu, namun berubah ke Bar Dali di Montano Lucino, sebuah langkah yang mencerminkan semakin eratnya ikatan di antara anggota grub dan masyarakat lokal. Mereka memang bukan kelompok ultras yang keras, tetapi mereka tidak pernah absen dalam mendukung Como 1907.

Ketika pergi ke stadion atau laga tandang, kehadiran mereka bisa ramai, kadang setiap anggota yang ada membawa keluarga atau hanya datang, menonton pertandingan, kemudian pulang. Selain aspek loyalitas, Pesi Massimi Como juga menekankan nilai persahabatan, rasa solidaritas, dan aktivitas sosial.

Bahkan, ketika komunitas tifosi mengalami masa sulit, seperti kehilangan rekan yang membawa rasa duka, Pesi Massimi berusaha tetap kompak dan menghormati memori, dan menunjukkan bahwa semangat tak boleh padam. Seperti dikutip dari laman website mereka, pesimassimicomo.it, tujuan utama mereka adalah persahabatan, kontribusi bagi Como 1907, dan kegiatan amal atau sosial.

Bagi Pesi Massimi Como, dukungan itu bukan sekadar soal kemenangan di lapangan, tapi soal identitas kolektif, yaitu solidaritas antar anggota, kecintaan terhadap komunitas, dan kebersamaan dalam suka dan duka. Mereka sadar bahwa Como 1907 bukan klub besar dengan sejarah yang mentereng.

Como 1907 hanya sebuah klub lokal dengan penggemar setia yang mencintainya dengan cara tersendiri. Karena itu, mereka hadir selalu dengan rasa bangga dan setia meski terkadang hanya sedikit yang datang. Pesi Massimi Como adalah contoh loyalitas suporter yang mengambil bentuk berbeda, bahwa mencintai klub tidak selalu harus identik dengan hooliganisme dan ekstremisme.

Pesi Massimi Como, Evolusi Pendukung Klub yang Semakin Dewasa

Selain mendukung Como 1907, Pesi Massimi Como juga aktif dalam kegiatan di luar stadion. Mereka ikut dalam acara amal, lelang memorabilia, dan menggalang dana untuk tujuan sosial bersama komunitas tifosi lain. Dengan pendekatan seperti itu, Pesi Massimi Como menunjukkan bahwa komunitas pendukung klub bisa berevolusi, dari sekadar suporter keras menjadi komunitas terbuka, dewasa, dan bertanggung jawab.

Pesi Massimi Como bukan hanya sekadar penggemar klub, mereka adalah komunitas yang sangat memahami bahwa sepakbola lebih dari sekadar hasil di lapangan, melainkan soal identitas, persaudaraan, dan komitmen. Sebagai pendukung alternatif, Pesi Massimi Como menunjukkan bahwa mendukung sebuah klub juga bisa dilakukan dengan cara yang damai, penuh persahabatan, dan rasa tanggung jawab sosial.

Bagi Como 1907, kehadiran mereka adalah bukti bahwa cinta terhadap klub bisa diwariskan dan dijaga dengan cara manusiawi, tanpa meneriakan kebencian, tanpa ekstremisme, tapi penuh rasa memiliki. Selain Fossa Lariana yang menjadi jantung tribun Giuseppe Sinigaglia, ada Pesi Massimi Como yang menjadi jiwanya.

Artikel Terkait