Dalam sejarah Como 1907, ada satu nama pelatih yang singgah hanya sebentar namun meninggalkan kesan kuat, yaitu Ottavio Bianchi, sosok yang kemudian menjelma menjadi salah satu pelatih Italia paling disegani pada akhir 1980-an. Musim 1984/85 menjadi satu-satunya masa Ottavio Bianchi menukangi Como 1907 di Serie A.
Ia menggantikan Tarcisio Burgnich yang sebelumnya berhasil membawa klub promosi setelah dua musim berjuang di Serie B pada musim 1982/83 dan 1983/84. Meskipun hanya bertahan selama satu musim, pengalaman di Como 1907 membuka pintu bagi perjalanan kepelatihannya yang jauh lebih gemilang.
Dari Musim Singkat Bersama Como 1907 Menuju Puncak Kejayaan di Italia
Ottavio Bianchi lahir pada 6 Oktober 1943 di Brescia, Italia. Ia merupakan mantan gelandang yang dikenal memiliki kecerdasan permainan di atas rata-rata. Sebagai pemain, ia memperkuat beberapa klub top Italia seperti Brescia, Napoli, Atalanta, dan AC Milan. Setelah pensiun pada akhir 1970-an, Bianchi beralih ke dunia kepelatihan dan perlahan membangun reputasinya sebagai pelatih yang disiplin, detail, dan mampu membentuk tim yang solid secara taktikal.
Karier kepelatihannya dimulai dengan menangani klub-klub kecil sebelum akhirnya dipercaya Como 1907 untuk mengarungi Serie A musim 1984/85. Di Como 1907, Bianchi dikenal sebagai pelatih yang sangat terstruktur, fokus pada organisasi permainan, dan menekankan transisi cepat. Ia juga sering memaksimalkan para pemain muda yang memiliki potensi besar dalam bermain.
Meski musim tersebut menjadi tantangan berat bagi Como 1907 sebagai tim promosi, Bianchi menunjukkan kemampuan memaksimalkan potensi pemain yang terbatas dan menjaga mentalitas tim tetap kuat sepanjang kompetisi. Di akhir musim, Como 1907 berada di posisi ke-11 klasemen dan bertahan di Serie A, sebuah pencapaian luar biasa bagi tim promosi.
Setelah satu musim menangani Como 1907, Bianchi direkrut oleh Napoli untuk musim 1985/86, sebuah langkah yang menjadi titik balik kariernya. Bersama Il Partenopei, ia mencapai puncak kejayaan, termasuk bekerja sama dengan legenda besar Argentina, Diego Maradona. Ottavio Bianchi dianggap sebagai salah satu pelatih paling berpengaruh dalam sejarah Napoli.
Selama memimpin klub, ia mempersembahkan berbagai gelar penting termasuk double winner dalam satu musim (Serie A dan Coppa Italia 1986/87), pencapaian yang sangat langka. Ini menjadi gelar liga pertama dalam sejarah Napoli, sekaligus memperkokoh status klub sebagai kekuatan baru di Italia.
Selain gelar domestik, Ottavio Bianchi juga mempersembahkan gelar UEFA Cup 1988/99 dan menjadi gelar Eropa pertama serta satuu-satunya bagi Napoli hingga kini, sebuah warisan monumental Bianchi. Setelah meninggalkan Napoli, ia juga memenangkan Coppa Italia 1990/91 bersama AS Roma yang membuktikan konsistensinya sebagai pelatih papan atas.
Gaya Melatih dan Taktik Ottavio Bianchi yang Membuat Napoli Berjaya
Ottavio Bianchi dikenal sebagai pelatih dengan pendekatan pragmatis dan kuat secara defensif. Ia menyukai formasi 4-4-2 atau 4-3-3 yang fleksibel tergantung situasi. Utamanya, ia menekankan struktur pertahanan yang rapat, transisi cepat dari bertahan ke menyerang, disiplin posisi tiap pemain, dan penekanan pada intensitas dan kerja tanpa bola.
Di Napoli, keberhasilan taktiknya berpadu dengan kreativitas dari Diego Maradona dan menjadikan tim sangat mematikan di Serie A bahkan Eropa pada saat itu. Ia dikenal tegas namun bijaksana, sering disebut sebagai pelatih yang mampu menyeimbangkan ego para pemain bintang. Hingga kini, ia dikenang sebagai salah satu pelatih yang mengawali era emas Napoli.
Perjalanan Ottavio Bianchi bersama Como 1907 mungkin singkat, namun menjadi bagian penting dari kisah panjang karier seorang pelatih besar. Dari Como, ia melangkah menuju Naples untuk menuliskan sejarah emas sepak bola Italia bersama Napoli. Sosoknya menunjukkan bahwa setiap langkah, sekecil apa pun, dapat menjadi pijakan menuju kejayaan besar.