Home » Nico Paz Cetak Dua Gol, Como 1907 Permalukan Lazio di Stadion Olimpico

Nico Paz Cetak Dua Gol, Como 1907 Permalukan Lazio di Stadion Olimpico

oleh Fans Como Indonesia
A+A-
Reset
Nico Paz Cetak Dua Gol, Como 1907 Permalukan Lazio di Stadion Olimpico

Como 1907 berhasil meraih kemenangan penting saat bertandang ke markas Lazio di Stadio Olimpico pada (Selasa, 20 Januari 2026). Pasukan asuhan Cesc Fabregas menang telak dengan skor 3-0 di hadapan pendukung tuan rumah dalam laga yang dipimpin oleh wasit Maurizio Mariani. Kepemimpinan wasit yang tegas menjaga pertandingan tetap kondusif meski tensi permainan cukup tinggi.

Hasil ini menunjukkan bahwa Como bukan lagi sekadar tim promosi biasa, melainkan tim yang mampu bersaing secara kompetitif di papan atas Liga Italia. Kemenangan ini menjadi bukti kemajuan strategi dan kualitas permainan yang diterapkan oleh Fabregas sepanjang musim ini.

Dalam laga ini, Cesc Fabregas menurunkan formasi 4-2-3-1 yang terbukti sangat efektif untuk meredam agresivitas tuan rumah. Dengan menempatkan dua gelandang jangkar di depan empat bek sejajar, Como berhasil mematikan kreativitas lini tengah Lazio dan memaksa lawan bermain melebar.

Sementara itu, tiga gelandang serang diberikan keleluasaan untuk melakukan rotasi posisi yang membingungkan pertahanan lawan. Kepadatan di lini tengah ini membuat Como lebih banyak menguasai bola dan mendikte tempo permainan meskipun berstatus sebagai tim tamu.

Jalannya pertandingan ditandai dengan efisiensi serangan yang luar biasa dari tim tamu. Como membuka keunggulan pada menit ke-23 melalui skema permainan terbuka yang rapi, di mana Nico Paz mencetak gol pertamanya lewat tendangan kaki kiri yang keras dan mendatar dari dalam kotak penalti.

Dominasi Como berlanjut di babak kedua saat Nico Paz kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-58 melalui eksekusi tendangan bebas langsung yang melengkung indah melewati pagar betis. Kemenangan Como kemudian dikunci menjadi 3-0 pada menit ke-72 lewat gol sundulan yang memanfaatkan umpan silang akurat dari situasi sepak pojok.

Kemenangan ini tidak lepas dari peran sentral Martin Baturina yang beroperasi sebagai gelandang serang di belakang striker dalam sistem 4-2-3-1 tersebut. Ia menjadi motor serangan yang mengatur aliran bola, namun sorotan utama tertuju pada Nico Paz.

Berkat dua gol dan ancaman konstan yang ia berikan kepada pertahanan lawan, Nico Paz secara resmi dinobatkan sebagai Man of the Match dalam pertandingan ini. Koneksi antara visi bermain Baturina dan penyelesaian akhir Paz membuat pertahanan Lazio kesulitan sepanjang 90 menit.

Menjelang akhir babak kedua, Fabregas melakukan serangkaian pergantian pemain untuk menjaga stamina tim dan mengamankan keunggulan tiga gol. Pada menit ke-78, Fabregas menarik keluar sang bintang lapangan, Nico Paz, yang mendapat tepuk tangan meriah dan menggantinya dengan penyerang yang lebih segar. Selanjutnya, di menit ke-82, giliran Martin Baturina yang diistirahatkan dan digantikan oleh gelandang bertahan untuk memperkuat lini tengah.

Pergantian terakhir dilakukan pada menit ke-88 untuk membuang waktu dan mematahkan ritme Lazio. Langkah-langkah ini terbukti efektif karena Como tetap mampu menjaga intensitas permainan hingga Maurizio Mariani meniup peluit panjang tanda berakhirnya laga.

Berkat hasil positif ini, Como kini menempati peringkat ke-6 dalam klasemen sementara Serie A. Posisi ini membuat mereka berada sangat dekat dengan perolehan poin Juventus dan area kualifikasi Liga Champions. Dengan performa yang konsisten dan kemampuan mengalahkan tim besar seperti Lazio, peluang Como untuk bermain di kompetisi tingkat Eropa pada musim depan menjadi semakin terbuka dan realistis.

Artikel Terkait