Di tengah sorotan yang semakin besar terhadap daya saing tim-tim papan tengah di Serie A musim ini, Como 1907 tampil percaya diri di hadapan publik sendiri, Stadion Giuseppe Sinigaglia. Dengan dukungan ribuan pendukung, skuad asuhan Cesc Fabregas berhasil menaklukkan Hellas Verona dengan skor meyakinkan 3-1 pada pertandingan pekan kesembilan, Kamis, 30 Oktober 2025.
Kemenangan ini terasa begitu penting, bukan hanya karena permainan impresif yang ditampilkan, tetapi juga karena hasil tersebut membawa Como 1907 naik satu peringkat ke posisi 5 klasemen sementara Serie A 2025/26 dengan 16 poin dari sembilan pertandingan. Como 1907 hanya terpaut 5 poin dari pemuncak klasemen sementara ini yaitu Napoli yang memiliki poin sama dengan AS Roma di posisi kedua.
Susunan Pemain dan Ulasan Pertandingan Como 1907 vs Verona
Como 1907; Butez (GK), Posch (RB), Diego Carlos (CB), Ramon (CB), Valle (LB), Caqueret (DMF), Da Cunha (DMF), Kuhn (RMF), Nico Paz (AMF), Diao (LMF), Douvikas (CF). Cadangan; Addai, Baturina, Cavlina, Cerri, Goldaniga, Kempf, Le Borgne, Morata, Moreno, Perrone, Rodriguez, Smolcic, Van der Brempt, Vigorito, Vojvoda.
Formasi: 4-2-3-1
Pelatih: Cesc Fabregas
Susunan Pemain:
Verona; Montipo (GK), Bella-Kotchap (RCB), Nelsson (CB), Valentini (LCB), Belghali (RMF), Serdar (CMF), Gagliardini (CMF), Bernede (CMF), Frese (LMF), Giovane (CF), Orban (CF). Cadangan; Ajayi, Bradaric, Cham, Ebosse, Harroui, Mosquera, Niasse, Perilli, Santiago, Sarr, Slotsager, Toniolo.
Formasi: 3-5-2
Pelatih: Paolo Zanetti
Babak Pertama: Como 1907 Unggul Lebih Dulu, Kesalahan Jean Butez Buat Skor Imbang
Di bawah guyuran hujan, Como 1907 memulai pertandingan dengan tempo cepat dan mengambil alih penguasaan bola. Pada menit ke-4, Nico Paz memiliki peluang emas lewat tendangan bebas, namun bola tendangannya masih membentur tiang gawang. Hanya butuh waktu sembilan menit, Como 1907 membuka keunggulan atas Verona lewat gol Tasos Douvikas.
Penyerang berkebangsaan Yunani ini berhasil mencetak gol melalui sundulan setelah memanfaatkan umpan matang dari Alex Valle, skor 1-0 untuk keunggulan Como 1907 sementara. Meski unggul satu gol, Como 1907 tidak menurunkan temponya dan tetap menguasai permainan. Pada menit ke-23, Verona memiliki peluang emas lewat gelandang mereka Suat Serdar dan Martin Frese.
Para pemain Verona melakukan umpan satu dua yang kemudian memberikan umpan terobosan ke Serdar yang berdiri bebas. Ia mencoba melakukan tendangan, namun masih dapat diblok oleh Butez, bola rebound coba dimaksimalkan oleh Frese tetapi masih membentur bek Como 1907 sehingga hanya menciptakan sepakan pojok.
Pada menit ke-25, Jean Butez melakukan kesalahan fatal setelah salah memberikan umpan kepada Caqueret yang belum siap. Bola berhasil di rebut oleh Suat Serdar yang kemudian menciptakan gol lewat tendangan ke arah gawang dan mengubah skor menjadi 1-1. Pada menit ke-32, Como 1907 memiliki peluang emas untuk kembali unggul lewat Nico Paz dan Alex Valle.
Caqueret yang sedang membangun serangan melihat pergerakan Nico Paz dan kemudian memberi umpan terobosan. Nico Paz mencoba melakukan tendangan, namun bola masih mengenai penjaga gawang. Bola rebound coba dimaksimalkan oleh Alex Valle, namun tendangannya masih melambung. Tidak ada lagi peluang emas tercipta, skor 1-1 bertahan hingga peluit akhir babak pertama berbunyi.
Babak Kedua: Stefan Posch dan Vojvoda Kunci Kemenangan Penting Como 1907 di Kandang
Memasuki babak kedua, Como 1907 bermain lebih sabar dan fokus menjaga keseimbangan antara menyerang dan bertahan. Meski begitu, tempo permainan anak asuh Cesc Fabregas tetap tinggi dan dominan dalam penguasaan bola. Kedua tim mencoba saling jual-beli serangan, tetapi pertahanan masing-masing tim masih sulit untuk ditembus.
Menit ke-62, momentum terjadi ketika Stefan Posch berhasil mencetak gol ke gawang Verona dan membuat Como 1907 kembali unggul 2-1. Maxence Caqueret melakukan umpan terukur ke arah gawang yang di sana sudah berada beberapa pemain Como 1907. Stefan Posch tidak menyianyiakan umpan tersebut dengan mencetak gol lewat sundulan.
Unggul 2-1, Como 1907 mencoba melakukan perombakan dan sedikit bertahan sembari mencari momen untuk kembali mencetak gol. Hellas Verona yang tertinggal terus melakukan serangan untuk menciptakan gol balasan. Namun, rapatnya lini pertahanan yang di jaga oleh Diego Carlos dan Jacobo Ramon membuat Verona kesulitan untuk menembus pertahanan Como 1907.
Saking asiknya menyerang membuat lini pertahanan Verona terlena dan harus membayar mahal di menit akhir. Pada menit ke-90+2, Jesus Rodriguez membangun serangan dan berhasil memberikan umpan matang kepada Vojvoda yang berdiri bebas tanpa pengawalan. Kapten tim nasional Kosovo itu tidak menyianyiakan umpan dan melakukan tendangan keras sehingga terjadinya gol.
Gol Vojvoda tersebut membawa tim asuhan Cesc Fabregas unggul atas Verona 3-1. Meski Verona terus mencoba memperkecil jarak, namun sisa waktu yang ada tidak membuat skor berubah. Hingga peluit panjang akhir pertandingan dibunyikan, Como 1907 tetap unggul 3-1 atas Verona. Hasil akhir ini membuat Como 1907 memperpanjang rentetan hasil positif dengan 8 laga tanpa terkalahkan.
16 Poin dari 9 Pertandingan, Como 1907 Geser Bologna dan Siap Merebutkan Tiket Eropa
Dengan kemenangan ini, Como 1907 kini telah mengoleksi 16 poin dari 9 pertandingan, menggeser Bologna yang meraih hasil imbang dan naik ke posisi ke-5 klasemen sementara Serie A. Mereka hanya tertinggal 2 poin dari Inter Milan dan AC Milan yang berada di posisi 3 dan 4, serta 5 poin dari Napoli dan AS Roma yang menghuni dua posisi teratas.
Kemenangan ini lebih dari sekadar tambahan tiga poin, ini adalah pernyataan bahwa Como 1907 siap bersaing di papan atas Serie A. Dukungan penuh publik Giuseppe Sinigaglia, kombinasi pemain muda dan berpengalaman, serta tangan dingin Cesc Fabregas menjadikan Como 1907 sebagai tim yang patut diwaspadai.
Jika performa seperti ini terus berlanjut, mimpi untuk menembus zona Eropa bukanlah hal mustahil bagi klub yang bermarkas di tepi Danau Como tersebut. Dari tim yang mengalami kebangkrutan dan tim promosi yang diragukan, Como 1907 kini perlahan menjelma menjadi salah satu cerita paling menarik di Serie A 2025/26.