Home » Nomor Sakral di Danau Como: Kisah Pemain Nomor 10 di Como 1907 Era Djarum Group

Nomor Sakral di Danau Como: Kisah Pemain Nomor 10 di Como 1907 Era Djarum Group

oleh Fans Como Indonesia
A+A-
Reset
Nomor Sakral di Danau Como: Kisah Pemain Nomor 10 di Como 1907 Era Djarum Group

Dalam sepak bola, nomor punggung 10 bukan sekadar angka. Ia adalah simbol kreativitas, visi bermain, dan tanggung jawab besar untuk menjadi pusat permainan. Sejak Como 1907 diakuisisi oleh Djarum Group, nomor 10 terus diwariskan kepada pemain dengan karakter berbeda dan telah mencerminkan evolusi filosofi klub dari masa kebangkitan hingga era ambisi Serie A.

Setiap pemiliknya meninggalkan jejak tersendiri, baik lewat gol, assist, maupun pengaruh yang tak kasat masa di atas lapangan. Berikut adalah daftar pemain nomor 10 di Como 1907 era Djarum Group:

1. Manuel Cicconi (2017/2018 – 2018/2019)

131 Pertandingan | 21 Gol | 10 Assist

Manuel Cicconi adalah fondasi awal era baru Como 1907. Meski bukan playmaker klasik, Manuel Cicconi menafsirkan nomor 10 dengan gaya pekerja keras. Ia kuat secara fisik, agresif dalam duel, dan rajin menusuk dari lini kedua. Gol-golnya kerap lahir dari timing yang tepat dan keberanian masuk kotak penalti. Manuel Cicconi menjadi simbol masa transisi, nomor 10 yang lebih pragmatis daripada romantis, naming sangat efektif.

2. Ismail H’Maidat (2019/2020)

57 Pertandingan | 0 Gol | 0 Assist

Statistik Ismail H’Maidat memang tak mencerminkan tipikal pemain bernomor punggung 10, namun perannya lebih subtil. Ia piawai menjaga tempo, menjadi penghubung lini tengah dan depan, serta membuka ruang bagi rekan setim. Ismail H’Maidat menunjukkan bahwa nomor 10 tidak selalu harus berkilau lewat angka, tetapi juga lewat kerja tak terlihat yang menjaga keseimbangan tim.

3. Massimiliano Gatto (2020/2021 – 2021/2022)

55 Pertandingan | 13 Gol | 2 Assist

Massimiliano Gatto membawa kembali esensi klasik nomor 10 dengan teknik tinggi dan insting menyerang. Ia nyaman bermain di antara lini, memiliki tendangan jarak jauh yang mematikan, serta keberanian mengambil risiko. Gol-golnya sering datang dari momen krusial, menjadikannya figur pembeda. Bersamanya, nomor 10 kembali identik dengan kreativitas dan flair.

4. Daniele Baselli (2022/2023)

46 Pertandingan | 1 Gol | 1 Assist

Daniele Baselli adalah interprestasi modern dan nomor punggung 10. Berpengalaman di Serie A, ia mengandalkan kecerdasan taktik, distribusi bola, dan kepemimpinan. Meski kontribusi golnya minim, Daniele Baselli menjadi otak permainan, mengatur ritme, dan membantu Como 1907 bermain lebih dewasa. Ia adalah maestri senyap yang memimpin lewat keputusan, bukan sorotan.

5. Patrick Cutrone (2023/2024 – 2024/2025)

102 Pertandingan | 31 Gol | 12 Assist

Keputusan memberikan nomor 10 kepada seorang penyerang murni seperti Patrick Cutrone sempat mengejutkan. Namun, ia membuktikan kelayakannya sebagai pemilik nomor punggung 10 di Como 1907. Patrick Cutrone adalah simbol determinasi, agresivitas, dan naluri gol. Ia menafsirkan nomor 10 sebagai pemimpin lini depan, bukan kreatir klasik, tetapi finisher yang menjadi pusat harapan para suporter.

6. Nico Paz (2025/2026 – Sekarang)

51 Pertandingan | 11 Gol | 14 Assist *Statistik sementara

Nico Paz menghadirkan masa depan bagi Como 1907. Playmaker modern dengan teknik tinggi, visi tajam, dan kemampuan menciptakan peluang sekaligus mencetak gol. Ia mampu bergerak bebas, membaca ruang, dan menghidupkan permainan Como 1907. Dalam dirinya, nomor 10 menemukan kembali makna paling utuh, kreatif, elegan, dan menentukan.

Perjalanan nomor punggung 10 di Como 1907 sejak era Djarum Group adalah cerminan evolusi klub itu sendiri. Dari pekerja keras seperti Manuel Cicconi, seniman lapangan seperti Massimiliano Gatto, pemimpin taktis seperti Daniele Baselli, hingga bintang modern seperti Nico Paz. Nomor 10 di Como 1907 bukan sekadar warisan sejarah, melainkan identitas yang terus berkembang, menyatu antara tradisi, adaptasi, dan ambisi masa depan.

Artikel Terkait