Di kawasan Rebbio, sebuah daerah di kota Como, Italia, berdiri sebuah lapangan penuh makna yang tak hanya menjadi tempat bermain sepak bola, melainkan simbol perjalanan, komunitas, serta harapan. Lapangan tersebut kini mengalami proses pembaruan yang didukung oleh klub lokal, Como 1907 dan Yayasan Fondazione Como ETS, dalam usaha mengembalikan kehadiran tempat yang menjadi pijakan awal bagi legenda sepak bola Italia, Gianluca Zambrotta.
Sejarah lapangan ini bermula dari sebuah tanah tak beraspal di Rebbio, sebuah area yang dulu digunakan secara sederhana oleh anak-anak dilingkungan sekitar. Di sinilah, Zambrotta, yang lahir di Como pada 19 Februari 1977, mulai menendang bola di usia sekitar 6 hingga 9 tahun. Kemudian ia bergabung dengan Como 1907 sebagai pemain muda dan kariernya melejit hingga mencapai puncak.
Dengan 98 penampilan bersama tim nasional Italia, serta menjadi bagian dari skuad pemenang Piala Dunia 2006, perjalanan karier Gianluca Zambrotta dimulai dari akar komunitas yang sederhana dan lapangan Rebbio memainkan peran historis dalam kisah itu. Hingga kini, kisah itu akan terus ada dan berjalan bersama anak-anak yang siap mengukir sejarah dari lapangan Rebbio.
Peran Como 1907 dan Komunitas Lokal Menjaga Kisah Gianluca Zambrotta di Rebbio
Pada tahun 2009, Gianluca Zambrotta mendonasikan uangnya untuk pemasangan rumput sintetis di lapangan tersebut, menggantikan permukaan tanah yang rawan rusak dan menjadikan simbol kebangkitan, identitas, serta semangat komunitas. Momen tersebut menandai bagaimana lapangan kecil di linggukan Rebbio berubah menjadi ruang inklusif bagi anak-anak dan remaja dari berbagai latar belakang.
Beberapa tahun kemudian, Como 1907 bersama Fondazione Como ETS mengambil langkah lanjut untuk mengganti rumput sintetis, membeli peralatan baru, serta menetapkan rencana pengelolaan bersama dengan komunitas setempat yang berbasis partisipasi. Ini bukan sekadar upgrade fisik, melainkan penguatan fungsi sosial, dimana lapangan tidak hanya menjadi tempat untuk olahraga, tetapi juga sebagai tempat pendidikan, inklusi, dan pertemuan antar generasi.
Seperti yang dikatakan oleh manajemen klub yang dikutip dari laman resmi Como 1907 (10/11), “Kami sangat senang menjadi bagian dari proyek ini. Bagi kami, penting untuk menciptakan ruang sosial tempat kaum muda dapat berolahraga, menghabiskan waktu bersama, dan mempelajari nilai-nilai seperti persahabatan, rasa hormat, dan berbagi,” ujar Francesco Terrazzani, CEO Como 1907 dan anggota dewan Fondazione Como ETS.
Komunitas lokal, termasuk klub multi-sport U.S. Alebbio 1954 yang memiliki lebih dari 300 anggota dari sepak bola hingga basket dan mewakili anak-anak dari setidaknya 10 negara berbeda dari Eropa Timur, Afrika, hingga Amerika Tengah, menjadi mitra aktif dalam pemanfaatan lapangan tersebut. Dengan demikian, proyek perbaikan lapangan ini bisa dilihat sebagai inspirasi bahwa infrastruktur olahraga lokal dapat menjadi jembatan antar kelompok budaya, sekaligus memupuk generasi muda untuk bermimpi besar seperti salah satu putra daerah mereka, Gianluca Zambrotta.
Membangun Pondasi Baru dan Tetap Menjaga Jejak Sejarah Gianluca Zambrotta
Secara simbolis, proyek ini menegaskan bahwa olahraga bukan hanya tentang prestasi individu tetapi juga tentang ruang bersama yang membentuk karakter, mempertemukan generasi, dan memperkaya komunitas. Lapangan yang dulu hanya tanah, kini menjadi lapangan Zambrotta, sebuah warisan yang akan terus hidup.
Perbaikan lapangan di Rebbio adalah kisah tentang bagaimana sebuah tempat sederhana bisa diubah menjadi inspirasi besar, ketika komunitas, klub lokal, dan figur legenda bersatu. Apa yang dilakukan Como 1907 dan Fondazione Como ETS bukan hanya menjaga jejak sejarah Gianluca Zambrotta, tetapi membangun pondasi baru bagi anak-anak yang bermimpi ke masa depan.
Lapangan ini bukan sekadar arena olahraga, melainkan ruang pertumbuhan, keberagaman, dan juga harapan. Kisah ini bisa menjadi insporasi, bahwa dari akar komunitas kecil pun dapat tumbuh sesuatu yang besar. Semoga akan ada terus ada anak-anak yang lahir dari lapangan kecil di Rebbio sebagai legenda seperti Gianluca Zambrotta.