Home » Daniele Padelli: Karier Panjang Sang Kiper Pelapis dari Akademi Como 1907 yang Pernah Juara Serie A

Daniele Padelli: Karier Panjang Sang Kiper Pelapis dari Akademi Como 1907 yang Pernah Juara Serie A

oleh Fans Como Indonesia
A+A-
Reset
Daniele Padelli: Karier Panjang Sang Kiper Pelapis dari Akademi Como 1907 yang Pernah Juara Serie A

Dalam dunia sepak bola Italia, tidak semua pemain dikenang karena sorotan kamera atau jumlah menit bermain yang melimpah. Sebagian justru dikenang karena ketahanan mental, kesetiaan, dan profesionalisme yang konsisten sepanjang karier. Danielle Padelli adalah contoh nyata dari kategori pesepakbola tersebut.

Meski sering menghabiskan waktu di bangku cadangan, ia tetap mampu menorehkan prestasi besar dan meraih gelar juara Serie A bersama Inter Milan. Daniele Padelli lahir pada 25 Oktober 1985 di Lecco, Italia. Dengan tinggi badan 1,91 meter, Daniele Padelli memiliki postur ideal sebagai penjaga gawang.

Meski Lebih Banyak Dipinjamkan, Daniele Padelli Tetap Konsisten Hingga Berhasil Meraih Scudetto

Daniele Padelli memulai karier sepak bola di Como 1907, klub kecil di Lombardy, Italia Utara yang dikenal banyak menghasilkan talenta-talenta luar biasa. Dari tepi Danau Como, bakat Daniele Padelli menarik banyak perhatian klub-klub Italia, termasuk Sampdoria yang berhasil merekrutnya pada musim 2004/2005.

Namun, perjalanan Daniele Padelli bukanlah kisah yang instan. Ia lebih banyak menjalani karier sepak bola sebagai pemain pinjaman, berpindah dari satu klub ke klub lain demi mendapatkan menit bermain. Pada musim 2005/2006, ia membela AS Pizzighettone, lalu melanjutkan ke Crotone pada paruh pertama musim 2006/2007.

Hal menarik terjadi pada paruh kedua musim yang sama, ketika Daniele Padelli sempat bergabung dengan klub asal Inggris, Liverpool sebagai pemain pinjaman. Sebuah pengalaman langka bagi kiper Italia muda kala itu, meski tidak banyak melakukan penampilan resmi. Karier pinjamannya berlanjut bersama AC Pisa, Avellino, dan Bari, di mana ia menjalani musim penting yang membantunya matang sebagai penjaga gawang.

Pada musim 2011/2012, Daniele Padelli dipinjam Udinese dan tampil cukup solid hingga akhirnya dipermanenkan pada musim berikutnya. Performa terbaiknya datang bersama Torino sejak musim 2013/2014, di mana ia menjadi kiper utama dan tampil konsisten di Serie A. Puncak prestasi Daniele Padelli justru datang saat perannya lebih terbatas ketika bergabung dengan Inter Milan.

Daniele Padelli bergabung dengan Inter Milan pada musim 2017/2018 dengan status bebas transfer, dan ia lebih sering menjadi pelapis. Namun pada musim 2020/2021, Daniele Padelli menjadi bagian dari skuad Inter Milan yang berhasil menjuarai Serie A, Sebuah pencapaian tertinggi dalam kariernya. Sejak musim 2021/22, ia kembali ke Udinese dan hingga kini masih aktif sebagai kiper cadangan.

Kiper Pelapis yang Jadi Panutan Penjaga Gawang Muda Italia

Secara statistik, Daniele Padelli telah mencatatkan 209 pertandingan profesional, dengan kebobolan 265 gol, serta membukukan 56 cleansheet. Angka yang mencerminkan karier panjang dan stabil di level tertinggi sepak bola Italia. Dari sisi kemampuannya, Daniele Padelli dikenal sebagai penjaga gawang dengan refleks cukup baik, postur tinggi yang membantu dalam duel udara, serta komunikasi yang solid dengan lini belakang.

Pengalamannya membuatnya tenang dalam situasi tekanan, namun kekurangannya terletak pada konsistensi performa dan distribusi bola dengan kaki yang kurang menonjol dibanding kiper modern. Hal inilah yang membuatnya kerap kalah bersaing untuk posisi penjaga gawang utama di klub-klub besar.

Meski sering menjadi cadangan di akhir kariernya, Daniele Padelli tetap dipandang sebagai sosok penting di ruang ganti. Jiwa kepemimpinannya yang senyap justru menjaga stabilitas tim dan selalu siap dimainkan kapan pun dibutuhkan. Ia selalu menjadi panutan bagi kiper-kiper muda lainnya baik sebagai sosok penjaga gawang ataupun sosok pribadinya di luar lapangan.

Pada akhirnya, kisah Daniele Padelli adalah cerita tentang ketekunan dan kesabaran. Ia mungkin bukan kiper yang sering menghiasi headline, tetapi namanya tercatat sebagai bagian dari sejarah Serie A. Dari akademi Como 1907 hingga mengangkat Scudetto bersama Inter Milan, Daniele Padelli membuktikan bahwa dalam sepak bola, peran kecil pun bisa bermakna besar.

Artikel Terkait