Stadion Giuseppe Sinigaglia menjadi panggung pembuktian keperkasaan Como 1907 saat menjamu Torino dalam lanjutan Serie A pekan ke-22, Sabtu, 24 Januari 2026. Tidak tanggung-tanggung, skuad berjuluk I Lariani ini berhasil melumat tim tamu dengan skor telak 6-0.
Dalam laga ini, pelatih Cesc Fabregas menurunkan formasi agresif sejak menit awal. Di bawah mistar gawang, Jean Butez dipercaya sebagai benteng terakhir, dikawal oleh kuartet bek Álex Valle, Jacobo Ramón, Marc Oliver Kempf, dan Mërgim Vojvoda. Lini tengah diisi oleh kreativitas Martin Baturina, Máximo Perrone, dan Nico Paz, yang bertugas menyuplai bola bagi trio lini serang mematikan: Anastasios Douvikas, Jesús Rodriguez, dan Lucas Da Cunha.
Dominasi tuan rumah langsung terasa begitu peluit kick-off dibunyikan. Menguasai bola hingga 59 persen dan melepaskan total 17 tembakan sepanjang laga, Como membuka keunggulan dengan cepat. Baru delapan menit laga berjalan, Anastasios Douvikas sukses mencatatkan namanya di papan skor setelah menuntaskan umpan matang dari Lucas Da Cunha, menaklukkan kiper Torino, Alberto Paleari.
Hanya berselang delapan menit, tepatnya pada menit ke-16, Como menggandakan keunggulan. Gelandang Martin Baturina melepaskan tembakan keras mendatar dari luar kotak penalti yang meluncur deras ke pojok kiri gawang, memanfaatkan assist dari bek sayap Álex Valle. Torino yang datang dengan kondisi krisis setelah kalah empat kali dari lima laga terakhir, semakin terpuruk ketika bek andalan mereka, Ardian Ismajli, mengalami cedera dan harus ditarik keluar digantikan oleh Guillermo Maripán pada menit ke-21.
Memasuki babak kedua, mimpi buruk Torino berlanjut. Pemain pengganti mereka, Guillermo Maripán, melakukan pelanggaran handball saat mencoba memblokir tembakan Douvikas di dalam kotak terlarang. Setelah tinjauan VAR, wasit memberikan hadiah penalti kepada Como. Lucas Da Cunha yang maju sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan dingin pada menit ke-59, menempatkan bola ke pojok atas gawang untuk mengubah skor menjadi 3-0.
Anastasios Douvikas kembali menunjukkan ketajamannya pada menit ke-66. Penyerang asal Yunani ini mencetak gol keduanya (brace) setelah menerima umpan terobosan dari Martin Baturina, menggiring bola melewati kiper, dan dengan tenang menceploskannya ke gawang yang sudah kosong. Unggul empat gol tidak membuat Fabregas puas; ia justru melakukan penyegaran taktik yang brilian.
Pada menit ke-68, Fabregas menarik keluar Martin Baturina, Máximo Perrone, dan Jesús Rodriguez untuk digantikan oleh Sergi Roberto, Maxence Caqueret, dan Nicolas Kühn. Keputusan ini terbukti sangat efektif karena para pemain pengganti langsung memberikan dampak instan bagi tim. Hanya dua menit setelah masuk, Nicolas Kühn mencetak gol pertamanya di Serie A pada menit ke-70 melalui tembakan kaki kiri melengkung yang indah, memanfaatkan assist dari sesama pemain pengganti, Maxence Caqueret.
Pesta gol Como akhirnya ditutup pada menit ke-76. Maxence Caqueret melengkapi performa gemilangnya dengan mencetak gol keenam melalui tendangan setengah voli dari tepi kotak penalti, memanfaatkan bola sapuan yang kurang sempurna dari gelandang Torino, Cesare Casadei. Kemenangan ini memastikan Como telah menyarangkan total 11 gol ke gawang Torino dalam dua pertemuan musim ini.
Di sisi lain, Torino tampak tak berdaya meski menurunkan starting XI yang terdiri dari Paleari, Ismajli, Pedersen, Coco, Lazaro, Tameze, Casadei, Ilkhan, Vlasic, Adams, dan Ngonge. Upaya pelatih Torino memasukkan pemain senior seperti Duván Zapata dan Tino Anjorin di pertengahan babak kedua tidak mampu mengubah jalannya pertandingan.
Pasca pertandingan, Cesc Fabregas tidak bisa menyembunyikan kegembiraannya. Ia memuji kerja keras para pemain dan kemampuan mereka membaca jalannya permainan. Namun, pelatih asal Spanyol tersebut menegaskan agar timnya tidak merayakan kemenangan ini secara berlebihan karena fokus harus segera dialihkan ke laga babak 16 besar Coppa Italia melawan Fiorentina yang akan digelar beberapa hari kemudian.
Kemenangan impresif ini terasa makin spesial karena disaksikan langsung oleh presiden klub, Mirwan Suwarso, serta ribuan pendukung setia mereka. Hasil positif ini mendongkrak posisi Como ke peringkat kelima klasemen sementara dengan koleksi 40 poin, menggusur Juventus dan kini hanya terpaut dua angka dari AS Roma di posisi keempat.