Inter Milan menunjukkan kedewasaan taktik dan kedalaman skuad yang tidak mampu diimbangi oleh Como 1907. Meski Il Lariani datang ke Giuseppe Meazza dengan modal luar biasa, yaitu 12 laga tak terkalahkan di semua kompetisi, dan dukungan lebih dari 5.000 Lariani yang mengisi sudut-sudut stadion, kemenangan masih menjadi milik tuan rumah.
Inter Milan berhasil merusak tren positif Como 1907 dengan kemenangan 4-0 tanpa balas. Laga ini memperlihatkan bagaimana perbedaan intensitas, efektivitas transisi, peran individu dalam struktur taktik, serta kurangnya respons kompak dari tim asuhan Cesc Fabregas. Berikut ulasan lengkap laga antara Inter Milan vs Como 1907 dipekan ke-14 Serie A 2025/26.
Susunan Pemain dan Ulasan Pertandingan Inter Milan vs Como 1907
Susunan Pemain:
Inter Milan; Sommer (GK), Akanji (RCB), Acerbi (CB), Bastoni (LCB), Luis Henrique (RMF), Barrella (CMF), Calhanoglu (CMF), Zielinski (CMF), Dimarco (LMF), Thuram (CF), Martinez (CF). Cadangan; Bisseck, Bonny, Carlos Augusto, Cocchi, de Vrij, Diouf, Esposito, Frattesi, Martinez, Maye, Mkhitaryan, Sucic, Taho.
Formasi: 4-3-3
Pelatih: Cristian Chivu
Como 1907; Jean Butez (GK), Posch (RB), Ramon (CB), Diego Carlos (CB), Valle (LB), Da Cunha (DMF), Perrone (DMF), Addai (RMF), Nico Paz (CMF), Jesus Rodriguez (LMF), Morata (CF). Cadangan; Baturina, Caqueret, Cavlina, Cerri, Diao, Douvikas, Kempf, Kuhn, Moreno, Smolcic, Van der Brempt, Vigorito, Vojvoda.
Formasi: 4-2-3-1
Pelatih: Cesc Fabregas
Babak Pertama: Berhasil Menguasai Laga, Inter Milan Unggul 1-0 Dibabak Pertama
Inter Milan langsung memberikan tekanan sejak peluit babak pertama dibunyikan melalui blok tinggi (high-press) oleh Thuram dan Lautaro, mengontrol ruang half-space oleh Barella dan Calhanoglu, serta pergerakan duo wing-back Luis Enrique dan Dimarco. Hal ini memaksa Como 1907 kesulitan dalam membangun permainan dari belakang dan mengembangkan progresi pendek ala Fabregas.
Pada menit ke-3, Inter Milan memberikan peringatan awal lewat umpan terobosan dari Lautaro Martinez yang kemudian coba dimaksimalkan oleh Nicolo Barella. Namun, Jean Butez berhasil menutup ruang tembak dan menggagalkan peluang tersebut. Inter Milan berhasil memaksimalkan celah pertahanan Como 1907 dan terus melakukan serangan.
Menit ke-11, Inter Milan akhirnya membuka keunggulan lewat Lautaro Martinez. Berawal dari umpan Lautaro ke Luiz Enrique yang berdiri bebas di sisi kanan. Kemudian ia melakukan pergerakan cepat yang gagal ditutup oleh bek Como 1907 dan memberikan umpan ke Lautaro yang sudah bergerak bebas ke zona tanpa pengawalan dan berhasil menendang bola ke arah gawang, skor 1-0 untuk Inter.
Gol tersebut memperlihatkan kelemahan Como 1907 dalam transisi negatif begitu kehilangan bola. Meski Como 1907 lebih tenang setelah gol tercipta, namun Inter Milan sudah memegang kendali ritme pertandingan. Tidak ada gol tambahan maupun gol penyama kedudukan, skor 1-0 untuk Inter Milan bertahan hingga babak pertama berakhir.
Babak Kedua: Como 1907 Gagal Bangkit, Inter Milan Mendominasi dan Meraih 3 Poin di Kandang
Como 1907 mencoba bangkit di babak kedua melalui serangan balik di sisi kanan maupun kiri lini serang. Pada menit ke-52, Como 1907 memiliki peluang emas lewat Tasos Douvikas yang coba melakukan sundulan setelah menerima umpan dari Jesus Rodriguez yang sebelumnya melakukan pergerakan di sisi kakan.
Namun, sundulan Tasos Douvikas masih melebar di atas gawang Inter Milan yang dijaga oleh Yan Sommer. Inter Milan berhasil menutup sektor tengah, sehingga para pemain Como 1907 mencoba mengembangkan permainan lewat sisi sayap. Meski begitu, tidak ada support dari second-line Como 1907, sehingga setiap peluang sulit berkembang menjadi gol.
Pada menit ke-59, Inter Milan berhasil menggandakan keunggulan lewat Marcus Thuram yang berhasil memanfaatkan umpan sepak pojok dari Dimarco. Marcus Thuram yang berdiri bebas tanpa pengawalan berhasil menyarangkan bola ke gawang dengan mudah. Marcus Thuram mengubah skor menjadi 2-0 untuk keunggulan Inter Milan.
Nico Paz memiliki peluang di menit ke-66, ia mencoba untuk memaksimalkan umpan dari sepakan bola mati Lucas Da Cunha. Posisi Nico Paz sudah tetap, namun sundulannya melebar di sisi gawang dari Yan Sommer. Pada menit ke-73, Jean Butez berhasil menggagalkan peluang emas dari Lautaro Martinez.
Ia tampil heroik ketika menggagalkan tendangan Lautaro Martinez yang coba memaksimalkan umpan dari Luiz Enrique. Meski bola sempat terlepas, Jean Butez langsung bergerak cepat untuk meraih bola dan mengamankannya. Meski berhasil menggagalkan peluang emas, Jean Butez kembali harus mengambil bola di dalam gawang setelah Hakan Calhanoglu berhasil mencetak gol ketiga Inter Milan.
Pada menit ke-80, Nicolo Barella menguasai bola kemudian mengirimkan umpan pendek ke Lautaro Martinez. Ia kemudian mengirimkan umpan tarik ke area kotak penalti, di sana telah berdiri Henrikh Mkhitaryan yang mengoper bola sedikit kebelakang. Hakan Calhanoglu yang berdiri bebas, sedikit bergerak dan melakukan tendangan dari luar kotak penalti.
Tendangan itu gagal di bendung oleh Jean Butez dan bersarang di sudut gawang Como 1907, skor 3-0 untuk keunggulan Inter Milan. Pada menit ke-86, Inter Milan benar-benar menghancurkan Como 1907 dengan gol keempatnya. Kali ini, Carlos Augusto yang mencetak gol untuk Inter Milan dengan memanfaatkan umpan dari Dimarco.
Lagi-lagi, Inter Milan berhasil memanfaatkan kesalahan pada pemain belakang Como 1907 yang tidak mampu menjaga area second-post. Sehingga Carlos Augusto berhasil mencetak gol dengan bebas tanpa sedikitpun pengawalan. Skor 4-0 untuk keunggulan Inter Milan bertahan hingga peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan dibunyikan.
Alarm Bagi Como 1907, Cesc Fabregas Perlu Evaluasi Demi Ambisi Masuk Zona Eropa
Inter Milan bukan hanya mengalahkan Como 1907, mereka membedah struktur permainan lawan yang mengandalkan ball possession di beberapa laga terakhir. Kemenangan 4-0 atas Como 1907 memperlihatkan superioritas Inter Milan dalam transisi, kedisiplinan blok pressing, dan kreativitas serangan.
Meski Como 1907 datang sebagai tim dengan tren positif, namun pulang dengan realitas pahit, menghadapi tim besar, mereka masih harus berkembang secara taktikal dan mental. Cesc Fabregas perlu melakukan evaluasi, meski kekalahan ini bukan akhir tetapi ini menjadi alarm bagi Como 1907 yang memiliki ambisi ingin bersaing di papan atas Serie A.
Mereka perlu memperbaiki transisi negatif, kompaksi di lini tengah, respons terhadap high-press, dan organisasi saat bola mati. Namun dengan dukungan masif dari 5.000 Lariani dan performa beberapa pemain memberi harapan bahwa langkah mereka di Serie A masih panjang dan menjanjikan. Como 1907 akan bertamu ke Olimpico Rome untuk menghadapi AS Roma di pekan ke-15 (16/12).