Home » Drama Jelang Piala Afrika 2025: Cesc Fabregas Kena Semprot, Assane Diao Kembali Cedera dan Memicu Kemarahan Suporter Senegal

Drama Jelang Piala Afrika 2025: Cesc Fabregas Kena Semprot, Assane Diao Kembali Cedera dan Memicu Kemarahan Suporter Senegal

oleh Fans Como Indonesia
A+A-
Reset
Drama Jelang Piala Afrika 2025: Cesc Fabregas Kena Semprot, Assane Diao Kembali Cedera dan Memicu Kemarahan Suporter Senegal

Pertandingan pekan ke-15 Serie A 2025/26 antara AS Roma vs Como 1907 pada 16 Desember 2025 berakhir dengan skor 1-0 untuk AS Roma, lewat gol Tunggal Wesley Franca yang memastikan tiga poin bagi tim Ibukota. Namun, sorotan lain tidak hanya tertuju pada kemenangan AS Roma atas Como 1907 melainkan juga pada sosok talenta muda Afrika, Assane Diao.

Bintang tim nasional Senegal tersebut kembali mengalami cedera serius setelah hanya bermain selama 37 menit di lapangan. Insiden ini sontak menggetarkan publik sepak bola Afrika khususnya Senegal, karena Assane Diao merupakan bintang yang diproyeksikan masuk dalam skuad tim nasional Senegal untuk Piala Afrika 2025.

Pada laga melawan AS Roma, Assane Diao dipercaya oleh Cesc Fabregas untuk mengisi posisi striker yang ditinggalkan oleh Alvaro Morata karena cedera. Sebenarnya, Cesc Fabregas memiliki nama lain yang bisa dimainkan pada posisi tersebut seperti Tasos Douvikas ataupun Alberto Cerri, namun pilihannya jatuh kepada Assane Diao.

Reaksi Suporter Tim Nasional Senegal dan Pernyataan Tegas Cesc Fabregas

Pemain berusia 20 tahun itu terlihat sprint tajam dari area sendri ke arah gawang lawan sebelum tiba-tiba menarik diri dan digantikan karena cedera pada otot paha. Laporan awal medis menyatakan bahwa ini merupakan cedera otot yang dignifikan dan berpotensi mengakhiri kans Assane Diao untuk tampil di Piala Afrika 2025 bersama Senegal yang dimulai hanya beberapa hari setelahnya.

Kabar cedera tersebut langsung memicu reaksi emosional dari para suporter tim nasional Senegal. Banyak dari mereka yang merasa marah dan kecewa, bukan hanya karena kehilangan salah satu pemain terbaik negaranya menjelan Piala Afrika, tetapi juga karena manuver dan pernyataan dari pelatih Como 1907, klub Assane Diao yaitu Cesc Fabregas, yang dinilai menyudutkan tim nasional.

Suporter tim nasional Senegal menuduh Cesc Fabregas bertindak egois dan tidak menghormati komitmen internasional. Mereka berpendapat bahwa Assane Diao adalah aset penting bagi tim nasional dan seharusnya tidak ditempatkan dalam risiko cedera besar di laga-laga pra-turnamen terlebih lagi laga besar kontra AS Roma.

Cesc Fabregas sendiri tidak tinggal diam atas kritik yang muncul. Dalam sejumlah wawancara usai laga, manager klub Como 1907 tersebut memberikan jawaban tegas terhadap tudingan di publik Senegal. Cesc Fabregas mengaku sempat melakukan pembicaraan yang tidak menyenangkan dengan Aliou Cisse, pelatih tim nasional Senegal mengenai pemanggilan Assane Diao untuk Piala Afrika.

Menurut Cesc Fabregas, Assane Diao praktis tidak memiliki konsistensi tampil di klub sepanjang musim ini akibat rentetan cedera sebelumnya, dan ia meminta agar Senegal mempertimbangkan kondisi fisik sang pemain sebelum memanggilnya. Ia bahkan juga menyinggung bahwa Aliou Cisse, pelatih tim nasional Senegal disebutnya menggunakan taktik yang “tidak adil”.

Aliou Cisee mengancam bahwa Assane Diao tidak akan dipilih untuk Piala Dunia 2026 jika menolak panggilan untuk Piala Afrika. Cesc Fabregas juga menyatakan jika Assane Diao tidak direncakanan untuk dimainkan, tetapi karena ia akan pergi ke Piala Afrika, jadi Assane Diao dimainkan sebagai striker menggantikan Alvaro Morata.

“Ia (Diao) mungkin seharusnya tidak bermain hari ini. Tapi saya memilihnya karena ia akan meninggalkan kami besok untuk bergabung dengan Senegal untuk lima minggu. Kami membayar gajinya, setidaknya biarkan dia bermain sedikit untuk kami.” ungkap Cesc Fabregas dikutip dari www.eurosport.fr (18/12/2025).

Dampak dan Implikasi Cedera Assane Diao Terhadap Masa Depannya di Senegal

Cedera terbaru ini membuat status Assane Diao di Piala Afrika kian buram, dan beberapa laporan bahkan menyebutkan kemungkinan resmi absennya Assane Diao dari turnamen di Afrika Utara tersebut karena cedera yang dialami saat menjelang keberangkatan tim nasional Senegal cukup berat dan perlu pemulihan lebih lanjut.

Situasi ini mencerminkan dilema klasik antara kepentingan klub melawan kepentingan negara atau tim nasional dalam sepak bola modern. Di mana klub ingin melindungi aset berharga mereka, sementara negara menuntut kesiapan terbaik dari para pemainnya. Fanatik suporter sering kali menjadi bagian intens dari debat ini, seperti yang terjadi di Senegal saat ini.

Kasus Assane Diao adalah gambaran nyata tekanan yang dihadapi pemain muda berbakat di level klub dan internasional. Cedera yang berulang tidak hanya menyulitkan performa sang pemain, tetapi juga menimbulkan konflik antara lembaga sepak bola, serta reaksi emosional dari fans yang berharap sang idola bisa mengangkat trofi penting. Ke depan, keputusan Assane Diao dan para pelatih akan sangat menentukan kariernya, serta nasib Senegal di Piala Afrika 2025.

Artikel Terkait