Home » Memahami Peran Mezzala: Setengah Sayap, Seratus Persen Strategi

Memahami Peran Mezzala: Setengah Sayap, Seratus Persen Strategi

oleh Fans Como Indonesia
A+A-
Reset
mezzala istilah taktik

Mezzala, istilah klasik khas Italia yang kembali populer di era taktik modern merupakan jantung permainan kreatif sebuah tim. Bukan penyerang, bukan gelandang bertahan murni, mezzala adalah pemain yang mengisi half-space, menggabungkan dinamika sayap dan kerja box-to-box untuk memberi lebar dan ancaman serangan dari tengah.

Definisi ini banyak dipakai saat membahas peran gelandang yang suka maju, mengambil ruang, dan mendukung serangan sekaligus bertanggung jawab dalam bertahan. Secara literal, Mezzala berarti Setengah Sayap, pemain dalam formasi tiga gelandang bermain di sisi kiri atau kanan dari pivot, menjemput bola di ruang antar lini, melakukan penetrasi diagonal, dan sering kali mencetak gol atau memberi assist lewat pergerakan dari jarak jauh atau late runs.

Mezzala modern harus punya stamina, kreativitas, dan paham posisi agar bisa berganti peran antara membantu bek dan menekan pertahanan lawan. Beberapa nama yang kerap disebut sebagai mezzala sukses di kancah Italia seperti Claudio Marchisio (Juventus), Nicolo Barella (Inter Milan), dan Sandro Tonali (Newcastle).

Claudio Marchisio merupakan ikon Juventus yang menjadi contoh mezzala klasik seimbang antara fase ofensif dan defensif. Nicolo Barella merupakan mezzala modern, agresif, piawai dalam late runs, dan pressing yang menjadi andalan di Inter Milan serta tim nasional Italia. Sandro Tonali merupakan talenta Italia yang kini bermain untuk Newcastle (Sebelumnya AC Milan) dan berperan sebagai versatile, sering juga dimainkan sebagai mezzala saat diminta untuk maju mendukung serangan.

Sang Mezzala di Como 1907, Peran Penting Taktik Pelatih Cesc Fabregas

Melihat pengertian yang ada, beberapa pemain dalam skuad Como 1907 memiliki kemampuan sebagai mezzala. Skuad Como 1907 musim 2025/26 menampilkan beberapa gelandang yang kerap di pakai sebagai mezzala, pemain yang ideal untuk memainkan peran itu adalah mereka dengan kemampuan bertahan dan juga menyerang yang seimbang.

Para pemain tersebut diantaranya, Maxence Caqueret (gelandang tengah serba bisa), Maximo Perrone (energi dan drive ke depan), Martin Baturina (dinamis, mampu mengeksploitasi half-space), Lucas Da Cunha (lebih menyerang tapi bisa diletakkan di sisi mezzala), dan Sergi Roberto (memiliki pengalaman taktis, fleksibel di tengah).

Dalam beberapa kesempatan, Cesc Fabregas sebagai pelatih Como 1907 memaksimalkan pemain-pemain tersebut sebagai mezzala. Selain menjaga lini pertahanan, mereka juga berperan untuk mengatur permainan, dan membantu serangan. Dengan banyaknya pemain yang dapat berposisi sebagai mezzala, Cesc Fabregas tidak akan kesulitan dalam menerapkan taktik permainan.

Mezzala bukan sekadar label posisi, ia adalah filosofi peran yang menuntut keseimbangan teknik, taktik, dan kerja keras. Di klub seperti Como 1907, memiliki beberapa pemain dengan karakter Mezzala memberi fleksibilitas formasi dan ancaman baru dari tengah. Bagi penggemar taktik, mengamati bagaimana mezzala bergerak adalah menonton otak tim bekerja, mereka yang mengisi ruang itu sering jadi pembeda antara hasil imbang dan kemenangan.

Artikel Terkait